Skip to content
Go back

Bukalah Keran Kreativitasmu: Motivasi untuk Menulis (Kembali)

Updated:  at  04:27 PM

Kapan terakhir kali kamu menuliskan ide, opini, pengalaman, ringkasan ‘ilmu baru’, dalam sebuah catatan, blog, diary atau apapun? Pernahkah kamu ingin mulai menulis, tetapi selalu tertahan oleh rasa ragu? Entah karena merasa tidak punya ide yang cukup menarik, takut tulisanmu tidak bagus, atau sekadar bingung harus mulai dari mana.

Saya pernah ada di posisi itu. Sampai akhirnya, sebuah kutipan dari Louis L’Amour mendorong kuat untuk kembali menulis:

If you’re going to be a writer, the first essential is just to write. Do not wait for an idea. Start writing something and the ideas will come. You have to turn the faucet on before the water starts to flow.

Kutipan ini mengubah cara pandang saya tentang menulis. Nyatanya, menulis bukan tentang menunggu inspirasi datang, tetapi tentang menciptakan aliran kreativitas itu sendiri. Melalui artikel ini, saya ingin berbagi motivasi yang mungkin bisa membantumu untuk mulai menulis tanpa rasa ‘takut’.

  1. Menulis adalah Tentang Proses, Bukan Hasil Akhir

    Banyak orang ‘takut’ menulis justru karena ingin hasilnya langsung sempurna. Padahal, seperti halnya belajar berenang, kamu tidak akan bisa mahir jika hanya berdiri di tepi kolam. Tulisan pertamamu mungkin tidak sempurna, tetapi itulah bagian dari proses.

    Bayangkan sebuah keran air yang lama tidak digunakan. Saat pertama kali dibuka, air yang keluar mungkin keruh. Tapi semakin lama dibiarkan mengalir, airnya menjadi semakin jernih. Begitu juga dengan menulis. Semakin sering kamu melakukannya, semakin baik hasilnya.

  2. Ide Tidak Akan Datang Jika Tidak Dimulai

    Kita sering berpikir bahwa kita harus menunggu inspirasi sebelum mulai menulis. Padahal, inspirasi sering kali datang justru setelah kita mulai menulis.

    Saat pertama kali mencoba menulis kembali, mulanya, saya niatkan untuk menjadi catatan ringkas agar mudah mengingatnya kembali dan gampang mendapatkan catatan tersebut di kemudian waktu. Inilah salah satu motif kuat saya membuat blog ini.

    Awalnya terasa canggung, tetapi semakin lama, aliran kata mulai terasa lebih lancar. Saya menyadari bahwa menulis bukan tentang memiliki ide yang sempurna sejak awal, tetapi tentang memberikan ruang bagi ide-ide itu untuk muncul.

  3. Menulis adalah Cara Terbaik untuk Mengenal Diri Sendiri

    Sebelum mulai menulis, saya sering merasakan pikiran random. Ada banyak hal yang ingin saya sampaikan, tetapi sulit untuk mengungkapkannya. Setelah mulai menulis, saya kemudian menyadari bahwa ini adalah cara terbaik untuk mengenali diri sendiri, dengan menuangkan pikiran-pikiran yang berserak dalam tulisan, untuk kemudian menyusunnya secara lebih runut.

  4. Tidak Ada Aturan yang Harus Kamu Ikuti

    Salah satu hambatan terbesar dalam menulis adalah ketakutan bahwa tulisan kita tidak cukup baik atau tidak sesuai standar tertentu. Lepaskanlah dahulu batasan-batasan menulis ‘baku’ itu. Tentu, ini tidak bisa kita terapkan pada semua jenis tulisan ya (khususnya untuk tulisan ilmiah). Dalam hal menulis untuk diri sendiri, tidak ada aturan yang harus diikuti. Kamu bisa menulis dengan gaya apa pun yang kamu suka.

Jika kamu merasa takut salah, ingatlah bahwa tulisan pertamamu tidak harus langsung dipublikasikan. Tulis saja dulu untuk dirimu sendiri, lalu edit nanti jika memang diperlukan. Posting saya ini pun telah kesekian kalinya diedit.

Mulai Saja, Jangan Tunggu Sempurna Jika kamu sudah lama ingin menulis tapi selalu tertunda, anggaplah ini sebagai tanda untuk mulai sekarang juga. Jangan menunggu momen yang sempurna atau ide yang brilian. Ambil pena atau buka laptopmu, dan biarkan kata-kata mengalir. Ingat, keran kreativitasmu tidak akan mengalir sampai kamu membukanya.

Tidak perlu menunggu sempurna untuk dapat menginspirasi. Biarkan orang lain terinspirasi oleh bagaimana kamu menangani ketidaksempurnaanmu.

Jadi, bagaimana denganmu? Apa alasan yang selama ini membuatmu ragu untuk mulai menulis? Yuk, bagikan di kolom komentar atau tuliskan di blog pribadimu sekarang juga!

Gresik, 3 Februari 2025



Previous Post
5 Manfaat Journaling dan Kenapa Kamu Harus Mencobanya Sekarang Juga!
Next Post
Git Dasar: Setting up Git