Skip to content
Go back

Aku Menulis karena Aku Takut...

Published:  at  10:00 PM

something Saat membaca tulisan ini, itu berarti kamu sedang berhadapan dengan ketakutanku. Aku yakinkan bahwa perjumpaanmu dengan kumpulan ketakukan yang terhimpun dalam blog ini bukanlah sebuah kebetulan. Selalu ada alasan mengapa kamu tiba tepat di sini, di saat yang sama ketika aku mencoba merawat pikiranku melalui kata-kata.

Ya, kata-kata terangkai menjadi menjadi kalimat, kemudian terhimpun menyusun paragraf sebagaimana yang kamu baca saat ini, mungkin saja pernah kuhapus sebelumnya. Dan, kutulis kembali. Itu semua karena ketakutanku. Aku menulis karena aku takut…

…takut jika gejolak yang muncul di benakku hilang sebelum sempat kupahami.

…takut hidup lewat begitu saja tanpa jejak pemikiran yang pernah membuatku berhenti, merenung, kemudian berubah.

…takut gagasan-gagasan kecil ini berlalu seperti angin, padahal bisa saja suatu hari menjadi pegangan untukku, pun untukmu.

…takut diamku disalahpahami. Maka, kutulis sesuatu agar pikiranku menemukan bentuk, bukan sekedar bayangan semu.

…takut kehilangan kemampuanku merasakan. Karena, menulis membantuku tetap peka.

…takut tidak belajar apa-apa dari hidup. Padahal ia melaju semakin cepat.

Pada akhirnya, aku menulis bukan untuk menghapus ketakutan, tapi untuk memahaminya. Untuk memberi ruang pada hal-hal yang seringkali tak sempat kudengar ketika hidup bergerak terlalu cepat. Dan di antara jeda kata-kata ini, aku menemukan bahwa ketakutan pun bisa menjadi guru yang bijaksana — selama aku bersedia duduk bersamanya.



Previous Post
3 Monster yang Harus Kamu Kalahkan Sebelum Tulisan Pertamamu Lahir.
Next Post
Tutur Kata, Bagian Emosi yang Bocor: Projective Judgment